
Pernahkah Anda berurusan atau didatangi oleh orang yang mengaku sebagai pedagang / pengumpul atau kolektor barang antik? Biasanya ada sebagian dari oknum pedagang benda-benda seni tersebut yang menjalankan "trik kotor" dalam aktivitasnya, agar bisa mendapatkan kemudahan dan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Saya disini mencoba mengulas "trik kotor" dari oknum pedagang barang antik yang biasanya sering keliling kampung dalam menjalankan aksinya. Namun tujuan saya mengulas disini bukan untuk mengajari, tapi dengan tujuan agar pembaca bisa terhindar dari trik kotor tersebut yang suatu saat bisa saja menimpa Anda atau orang-orang di sekeliling Anda.
Seperti apakah "trik kotor" mereka?
Biasanya oknum pedagang tersebut mengaku kalau ia adalah seorang kolektor yang kaya-raya (bos besar) atau orang kepercayaan dari kolektor barang antik tersebut, dimana ia ada dapat informasi kalau di wilayah yang ia kunjungi itu, ada tersimpan beberapa jenis benda kuno, benda seni,barang antik atau benda bersejarah, yang mana benda tersebut harganya sangat mahal sekali. Bahkan sampai Milyaran kalau sesuai dengan ciri-ciri atau lolos dari pengujian keaslian benda tersebut.
Seperti apakah bentuk pengujian keaslian benda seni yang mereka maksud?
Biasanya kalau benda kuno / benda bersejarah yang berbentuk keramik dan porselen seperti guci, piring dan jenis pecah-belah lainnya, diuji dengan berbagai tahapan yang ditentukan oleh oknum pedagang atau oknum kolektor Antik tersebut. Biasanya mereka memeriksa dulu jenis, kualitas dan ciri-ciri fisik benda yang dimaksud, setelah lolos pemeriksaan, maka ujian terakhir biasanya disuruh memasukkan air garam ke benda seni (pecah-belah) yang diuji tersebut. lalu oknum pedagang tersebut menjelaskan: "Kalau air garam yang sudah dimasukkan ke benda seni tersebut rasanya tidak asin lagi (jadi tawar), maka sudah pasti benda tersebut asli dan harganya bisa ratusan juta atau milyaran."
Atau bisa juga pengujian terakhir untuk menentukan keaslian benda seni yang dimaksud, oknum tersebut memasukkan air yang dicampur dengan racun (pestisida) ke wadah benda yang diuji, lalu dilepaskan beberapa ikan segar (yang masih hidup)kedalam wadah yang berisi racun tersebut. "Kalau ikan yang dilepas kedalam air beracun itu tidak mati, berarti benda seni tersebut benar-benar asli." Begitulah kira-kira penjelasan dari oknum pedagang tersebut.
Akibatnya, orang-orang yang menyaksikan jadi penasaran dan mengeluarkan semua benda-benda kuno yang tersimpan di rumahnya, lalu memperlihatkan kepada oknum pedagang tersebut. Supaya orang-orang jadi tambah penasaran dan tambah bersemangat mencari benda yang dimaksud, maka oknum tersebut juga menjelaskan kalau beberapa waktu yang lalu, ia pernah menemukan benda-benda yang lolos ujian tersebut di daerah lain, lalu dibayarnya dengan harga ratusan juta atau milyaran.
Padahal besar kemungkinan itu cuma cerita karangan belaka yang merupakan strategi atau "trik kotor" dari oknum pedagang antik tersebut. Karena semua air garam, ditempatkan di wadah apapun, pasti rasanya tetap asin. Begitu juga dengan ikan dan air yang mengandung racun, semua ikan pasti mati kalau kalau meminum racun.
Lalu apa tujuan dari "trik kotor" oleh oknum pedagang antik tersebut?
Supaya benda-benda seni yang mereka (oknum pedagang antik) incar, bisa dibeli dengan harga yang sangat murah kepada pemiliknya. Karena biasanya pemilik benda seni tersebut, akan merasa benda seni atau barang antik miliknya, tidak terlalu berharga atau tidak bernilai kalau tidak lolos tahap ujian seperti yang dijelaskan di atas. Maka oknum pedagang tersebut, dengan gaya seperti malas-malasan, tetap membeli dengan harga yang murah benda yang sebenarnya bisa saja harganya sangat mahal dan mungkin sangat diincar.
Namun juga ada sebagian dari pedagang antik yang tetap membeli barang yang dianggap kuno oleh pemiliknya dan sebenarnya tidak laku dijual, supaya orang-orang yang sudah susah payah mencari dan mengumpulkan benda tersebut, tidak patah semangat untuk terus mencari barang antik kemudian diperlihatkan kepada pedagang tersebut.
Jadi kalau Anda mempunyai atau memiliki benda-benda bersejarah warisan dari nenek moyang dahulu, sebaiknya jangan dijual. Lebih baik dijadikan koleksi, dirawat, disimpan dan dilestarikan. Jadikanlah warisan yang tak ternilai tersebut sebagai peninggalan bersejarah. Karena sebenarnya juga tidak ada tarif atau banderol harga dari benda-benda kuno tersebut. Lagipula kita hanya sebagai pewaris dari peninggalan bersejarah orang-orang terdahulu.
Mungkin setelah membaca uraian diatas, timbul pertanyaan dari pembaca. "Kok kamu tahu sih trik-trik oknum pedagang antik tersebut?"
Karena beberapa puluh tahun yang lalu, berawal dari hobi, saya pernah berdagang benda seni tersebut dan sempat bergaul dengan oknum pedagang yang sering menjalankan "trik kotor" itu. Tapi saya sendiri tidak pernah menjalankan "trik kotor" itu, makanya saya bersedia menulisnya. Hehehe
Ilustrasi gambar dari: Tribunnews.com







Comments
aq punya piring anti racun, piring anti basi, guci anti racun, uang soekarno dan batu mustika merah delima, semua sudah di test, kira2 ada gak yg bisa bantu jual, nanti di kasih komisi, kalau ada sms aja 083187830659
RSS feed for comments to this post