Merakyat.Com

loginregisterforum

Bagaimana Strategi Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Kondisi Geopolitik Dunia?

Email Cetak PDF
+ 2
+ 0

Ilustrasi

+++ Opini +++

Situasi dan kondisi geopolitik dunia terlihat telah berubah, dahulu negara-negara di kawasan benua Eropa dan Amerika atau lazim disebut (Barat), lebih dominan perannya dalam percaturan ekonomi, perdagangan, dan budaya Dunia, namun sekarang telah terjadi perimbangan, perubahan, dan pergeseran kekuatan itu ke kawasan Asia Pasifik (Timur). Negara di kawasan Asia Pasifik seperti China, Jepang, India, dan lain-lain semakin mengemuka perannya dalam percaturan global, terutama pada sektor perdagangan, teknologi, dan budaya.

China Negara yang jumlah penduduknya terbesar di dunia, terlihat semakin menunjukkan perannya dalam kekuatan ekonomi, teknologi, dan perdagangan dunia. Kekuatan itu terlihat bisa menjadikan China sebagai pusat ekonomi, budaya dan geopolitik baru dalam percaturan global, terutama di Asia Pasifik. Bahkan kedepannya, besar kemungkinan China dan negara-negara Asia Pasifik lain, semakin dominan perannya sebagai pusat geopolitik, ekonomi, dan kebudayaan dunia.

Sementara dalam menyikapi pergeseran ini, negara maju seperti Amerika dan Rusia pun tidak tinggal diam. Bagi Amerika yang punya banyak kepentingan di Asia Pasifik, terlihat semakin aktif memainkan peran dan strateginya dalam meningkatkan kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk membangun pangkalan militernya di Australia.

Namun  intinya, menurut pandangan penulis pergeseran kondisi geopolitik itu terjadi karena China dan negara Asia Pasifik lainnya, mampu membangun ekonomi negara dan kesejahterakan rakyatnya sehingga bisa bersaing dalam percaturan ekonomi global.

Sementara Indonesia yang berada pada jalur strategis di kawasan Asia Pasifik, yang memiliki sumber daya alam yang kaya, memiliki wilayah yang luas, dan jumlah penduduk yang besar, sudah pasti dianggap oleh dunia internasional, sebagai bagian penting dalam pergeseran kondisi geopolitik, ekonomi, dan budaya dunia tersebut.

Namun apakah peran Indonesia sebagai bagian penting ini, hanya akan menjadi "objek" saja dari negara-negara kuat yang memiliki kepentingan, tanpa memiliki peran yang strategis dan ikut sebagai "subjek" dalam pergeseran kondisi di kawasan Asia Pasifik ini? Hal itu menurut penulis, tergantung dari kemampuan kekuatan Indonesia dalam percaturan global, terutama kempuan dari kekuatan ekonomi rakyat.

Agar Indonesia dan rakyatnya bisa menjadi subjek dan objek dalam percaturan global, maka terlebih dahulu Indonesia harus membiasakan rakyatnya untuk bisa menjadi subjek dan objek dalam pembangunan nasional, seperti uraian dari penulis lain di Penduduk adalah subjek dan objek pembangunan . Setelah penduduk Indonesia sukses menjadi subjek dan objek dalam pembangunan nasional, lalu telah memiliki kekuatan ekonomi dan kesejahteraan yang baik, maka secara otomatis rakyat Indonesia pun akan bisa berperan, bersaing, dan ikut menjadi subjek dalam percaturan ekonomi global.

Oleh karena itu banyak hal yang harus dibenahi agar kekuatan ekonomi itu bisa tercapai. Indonesia harus bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal karena hal inilah yang menjadi modal dasar pembangunan dalam memperkuat ekonomi Indonesia, seperti uraian dari penulis lain di Penduduk berkualitas merupakan modal dasar pembangunan berkelanjutan .

Agar sukses menciptakan penduduk yang berkualitas itu, tentu saja dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kualitas sosial budaya masyarakat. Disamping itu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah faktor penting dalam usaha tersebut, termasuk penguasaan teknologi informasi oleh rakyat. Supaya tujuan itu bisa sukses, maka di sinilah fungsi dan kerjasama serta kerja keras dari pemerintah bersama semua komponen bangsa dalam pemberdayaan masyarakat menyangkut semua bidang kehidupan itu, agar tercipta masyarakat yang berdaya.

Pemerintah, rakyat, dan komponen bangsa harus saling peduli dan memahami serta menjalankan dengan baik dan benar setiap konsep pemberdayaan masyarakat tersebut. Begitu juga dengan kita sebagai rakyat, kita harus memahami bahwa pemberdayaan masyarakat itu berawal dari pemberdayaan diri sendiri dulu, setelah diri kita berdaya kemudian kita tularkan kepada orang terdekat kita, keluarga, tetangga, masyarakat, dan lingkungan sosial kita. Seperti uraian dari penulis lain di Konsep hakiki pemberdayaan masyarakat .

Hal penting yang harus dibenahi agar cita-cita, usaha dan kerja keras seperti uraian di atas bisa berhasil adalah, pemberantasan korupsi dan pembenahan birokrasi, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak. Menyangkut pemerintahan, setiap kebijakan harus berorientasi kepada manfaat, bukan lagi berorientasi proyek yang sarat korupsi, seperti ulasan dari penulis lain di Mengubah paradigma dari program pembangunan berorientasi proyek kepada program berorientasi manfaat .

Selain kekuatan ekonomi, Indonesia juga harus memperkuat ketahanan sosial, politik,hankam dan budayanya, hal itu tentu dengan program pembangunan berkelanjutan yang efektif dan terukur.  Agar kedepannya Indonesia bisa menjadi "kuda hitam" dalam percaturan geopolitik, ekonomi, dan budaya dunia. Namun tentu saja dengan tetap memegang teguh konsep dan prinsip politik internasional yang bebas aktif, yang mempunyai banyak teman dan tidak ada musuh.

Ilustrasi gambar dari: asiapacfinance.com

Tags: amerika | asiapasifik | china | dunia | geopolitik | Indonesia | negara | objek | peran | pergeseran | posiisi | pusatbudaya | pusatekonomi | sda | sdm | strategi | subjek

Bagaimana Strategi Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Kondisi Geopolitik Dunia?
Berhubungan Dengan :
Tokoh kalau menurut analisa saya adalah sosok manusia yang dapat pengakuan oleh sebagian besar masyarakat karena ajaran-aja
(Gambar di atas hanya Ilustrasi bentuk dari sebuah kios bensin yang disebut "pertamini") Sebuah pangkalan pompa bensin m
++ Opini sketsa tanya-jawab warga seputar masalah BBM bersubsidi ++ Menyangkut dilema penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Add comment


Security code
Refresh