NEWS UPDATE

Jepang dan Budaya Pop

Jepang dan Budaya Pop

Budaya Jepang yang mereka sukai dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara makan, penggunaan bahasa jepang, gaya berpakaian, pola pikir, penggunaan nick name Jepang, Cosplay, dan bahan pembicaraan yang diambil saat bercengkrama dengan orang lain secara tidak langsung dikaitkan dengan Budaya jepang. Hal tersebut membentuk gaya hidup yang berbeda dengan orang lain pada umumnya, sehingga tidak jarang mereka disebut aneh.

Proses pengimitasian berawal dari pengetahuan tentang Budaya popular Jepang yang didapat terus menerus, yaitu dari apa yang individu itu lihat dan amati. Kesukaan individu menonton anime atau film kartun Jepang di televisi adalah titik awal kecintaan individu tersebut pada Budaya popular Jepang. Berkembangnya Budaya Populer Jepang di indonesia tidak lepas dari peran Komunitas. Peran komunitas dalam hal ini adalah komunitas mempunyai andil dalam pengadaan penyelenggaraan acara - acara bertemakan Jepang. Pengenalan cosplay dan Budaya popular Jepang dibuat komunitas mendapatkan respon yang positif sehingga kini banyak orang luar komunitas mengadakan penyelenggaraan acara bertemakan Budaya Jepang.

Komunitas yang pada awalnya hanya sangat jarang, kini bermunculan komunitas baru dengan anggota yang bertambah banyak setiap tahunnya. Para pecinta Budaya Populer Jepang yang awalnya malu untuk menunjukan diri, kini bermunculan dan membuka jaringan pertemanan baru.

Akhir tahun 1990-an, Jepang harus mulai kembali mengubah strategi diplomasinya seiring dengan arus globalisasi yang memberikan tantangan-tantangan baru. Salah satu strategi yang digunakan oleh Jepang adalah untuk mengembangkan budaya-budaya postmodern, disamping memanfaatkan budaya-budaya tradisional yang telah ada sebelumnya. Anime, komik manga, fashion, musik pop, makanan, dan novel dari penulis-penulis muda akhirnya mulai menempati posisi peranan penting dalam kegiatan kebudayaan Jepang di tingkat Internasional. Tak dapat dipungkiri bahwa secara alamiah kegiatan-kegiatan tersebut bersifat komersil dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebijakan perdagangan, seperti perlindungan terhadap kekayakan intelektual dan juga partisipasi dalam festival-festival Internasional.

Jepang benar-benar memanfaatkan pop culture sebagai sarana diplomasi, terbukti dengan keseriusan pemerintahan Jepang yang memfokuskan pop culture dalam salah satu bagian di Diplomatic Bluebook 2004 dengan nama programnya, “Cool Japan”. Bahkan Gaikō Fōramu(Forum Diplomatik), majalah bulanan terkait diplomasi yang dipublikasikan oleh Kementrian Luar Negeri Jepang, memiliki satu bagian khusus untuk artikel-artikel terkait pop culture sebagai perangkat diplomasi dalam beberapa isu. Untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi penggunaan pop culture itu sendiri, Kementerian Luar Negeri Jepang mengadakan kerjasama dengan Japan Foundation yang merupakan lembaga dibawah pemerintahan Jepang yang terdapat di berbagai negara dimana salah satu tugasnya adalah menjembatani publikasi kebudayaan Jepang di berbagai belahan dunia.

Pengaruh pop culture Jepang di berbagai belahan dunia sudah tidak dapat diragukan lagi. Anime-anime Jepang menjadi semakin mendunia dan sangat mudah diakses dalam berbagai bahasa, gaya berbusana anak muda pun mulai mengikuti kiblat Jepang, selain itu musik-musik Jepang pun menjadi semakin sering diperdengarkan dimanapun. Penjualan-penjualan produk pop culture Jepang melesat dalam angka yang cukup signifikan, seperti penjualan CD yang bahkan angka preorder Internasional nya pun dapat menembus angka satu juta kopi. Klub-klub pengkaji kebudayaan Jepang pun semakin banyak dan tidak hanya itu, bahkan banyak klub yang mengkaji nya secara spesifik. Festival kebudayaan Jepang menjadi daya tarik bagi masyarakat di seluruh dunia, salah satunya Indonesia, dimana Japan Foundation mengadakan acara tahunan yang dinamakan JakJapan Matsuri. Acara tersebut merupakan acara dalam skala besar dan berhasil menarik ratusan ribu pengunjung dalam satu hari. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk melihat bagaimana pemerintahan Jepang memanfaatkan pop culture sebagai sarana diplomasi efektif untuk menyebarkan pengaruhnya.

Masih lekat dalam ingatan beberapa kartun Jepang dengan sukses mendominasi pertelevisian domestik. Kartun-kartun seperti Pokemon dan Doraemon menjadi suatu tontonan wajib bagi anak-anak di seluruh dunia. Kartun-kartun Jepang tersebut mengisi waktu-waktu premier di televisi, yakni sepulang sekolah dan pada sabtu atau minggu pagi. Kartun Jepang atau yang lebih dikenal anime telah berhasil melebarkan pengaruhnya ke seluruh belahan dunia. Salah satu bukti nyatanya adalah ketika Pokemon yang dulu sempat mencapai masa kejayaannya berhasil disiarkan di lebih dari 65 negara dan diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. Kesuksesan Pokemon tersebut lantas membuat anime ini berhasil menjadi sampul utama dari majalah TIME.

            Doraemon pun menjadi salah satu anime lainnya yang memiliki pengaruh yang kuat di berbagai belahan dunia, seri komik dan film nya sudah dirilis dalam jumlah yang cukup banyak. Pemerintah Jepang pun menyadari potensi dari Doraemon yang dinilai dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat luas. Sehingga, pada Maret 2008, tokoh kartun Doraemon dinobatkan sebagai Duta Anime oleh Menteri Luar Negeri Jepang saat itu, yakni Masahiko Koumura. Koumura mengungkapkan harapannya dengan menobatkan Doraemon sebagai Duta Anime, bahwa ia memiliki harapan yang besar bahwa masyarakat dunia dapat mengetahui sisi positif dari Jepang melalui anime Jepang. Selain itu Koumura juga mengharapkan agar Doraemon dapat berpergian ke seluruh dunia dan mempromosikan serta memperkenalkan Jepang ke seluruh dunia. Selain itu diharapkan pula dengan kehadiran Doraemon maka juga akan menambah daya tarik Jepang terhadap masyarakat asing pada aspek-aspek lainnya, seperti budaya tradisional, musik, dan teknologi. Sebagai tanggapan atas harapan yang diungkapkan oleh Koumura, para tokoh dibalik kesuksesan anime Doraemon mengungkapkan bahwa mereka pun mengharapkan melalui anime Doraemon, orang-orang di seluruh dunia dapat mengetahui bagaimana pemikiran-pemikiran orang Jepang, kehidupan apa yang mereka jalani, dan juga masa depan seperti apa yang hendak mereka ciptakan. Dapat dilihat bahwa pemerintah Jepang berusaha untuk mengadvokasi kebudayaan Jepang, meningkatkan citra Jepang, dan mendorong penggunaan instrumen soft power.

 

604 Komentar

  1. Pengobatan.Net
    Pengobatan.Net
    16 Maret 2016 - 15:50:04 WIB
  1. Obat Herbal QnC Jelly Gamat
    Obat Herbal QnC Jelly Gamat
    16 Maret 2016 - 15:56:26 WIB
  1. Jelly Gamat Qnc
    Jelly Gamat Qnc
    16 Maret 2016 - 16:08:35 WIB
  1. Obat Herbal Anemia Untuk Ibu Hamil
    Obat Herbal Anemia Untuk Ibu Hamil
    27 Agustus 2016 - 14:51:34 WIB

    terima kasih banyak atas semua informasi yang telah disajikan sangat bermanfaat dan senang bisa berkunjung!
    http://goo.gl/fouJXv

  1. Manfaat Jelly Gamat QnC
    Manfaat Jelly Gamat QnC
    08 November 2016 - 09:08:13 WIB
  1. Obat Toxoplasma Herbal
    Obat Toxoplasma Herbal
    08 November 2016 - 09:14:43 WIB

    Selamat pagi, informasi beritanya terimakasih.. selamat berakhir pekan sob >> http://goo.gl/0l5QuK
    >> http://goo.gl/t3Awqe @ http://goo.gl/KN6tkL
    >> http://goo.gl/u92wWC >> http://goo.gl/B6xtz8

  1. Obat Tradisional Syaraf Kejepit
    Obat Tradisional Syaraf Kejepit
    08 November 2016 - 09:23:56 WIB

    Terimakasih, semua setiap artikel beritanya
    https://goo.gl/OKzBXI http://jellygamatqnc.blogmenit.com/obat-tradisional-syaraf -kejepit/

  1. Cara Ampuh Menyembuhkan Penyakit Kronis
    Cara Ampuh Menyembuhkan Penyakit Kronis
    21 November 2016 - 11:08:54 WIB
  1. Cara Mengobati Lipoma Yang Alami Tanpa Operasi
    Cara Mengobati Lipoma Yang Alami Tanpa Operasi
    24 November 2016 - 15:01:13 WIB
  1. Jelly Gamat QnC
    Jelly Gamat QnC
    26 November 2016 - 13:03:45 WIB

    yo dilihat kunjungi websitenya sangat bermanfaat
    https://goo.gl/bXBWzE

Tulis Komentar