NEWS UPDATE

Begal Dan Beberapa Faktor

Begal Dan  Beberapa Faktor

Peristiwa sosial yang belakangan marak terjadi di ibukota maupun daerah yakni kita biasa menyebutnya dengan “begal” ini belakangan ramai dibicarakan oleh masyarakat di dunia maya maupun di kehidupan nyata. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), be-gal /bégal/ n penyamun yang berarti diartikan sebagai penyamun yaitu berasal dari kata sa-mun yang artinya rompak; rampok; rampas dan yang melakukan sa-mun tersebut dikatakan sebagai pe-nya-mun yaitu orang yang menyamun; perampok; perampas: yang bersembunyi di semak-semak menunggu orang lewat. Pem-be-gal-an yaitu proses atau cara atau perbuatan membegal dan perampasan dijalan yang sering terjadi sehingga penduduk atau masyarakat di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau berpergian, hal itu yang dikatakan oleh KBBI kita.

Kasus sosial begal ini sangat mengkhawatirkan warga dan banyak menimbulkan kekesalan di kalangan masyarakat sehingga dapat terjadi hal main hakim sendiri. Tidak hanya orang dewasa yang melakukan begal melainkan banyak anak muda, anak remaja yang menjadi pelaku begal. Di depok, sesuai yang di tulis oleh Kompas.com, Senin 2 - Februari 2015, Tiga remaja yang ditangkap itu ialah DF (18), IM (17), dan AI (18). Mereka ditangkap saat sedang mau merampas sepeda motor sepasang remaja di Grand Depok City, Sukmajaya. Anggota komplotan itu berusaha kabur sehingga terjadi kejar-kejaran. Selain itu, pagi tadi ada pula dua remaja yang tertangkap hendak melakukan aksi pencurian terhadap sepeda motor yang sedang diparkir. Namun, aksi kedua remaja berinisial SU (14) dan RI (17) itu dipergoki warga sehingga mereka pun dipukuli hingga babak belur.

Peristiwa begal tersebut masuk dalam katagori kasus dalam Kriminologi, dimana kriminologi secara garis besar adalah ilmu untuk mempelajari suatu kejahatan yang dilihat dari berbagai faktor untuk mengungkap suatu hal yang berkaitan dengan pidana. Kriminolog Amrizal Siagian menduga remaja menjadi begal dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Remaja, kata dia, masih memiliki kepribadian yang labil dan mudah terpengaruh. “Ada dugaan pengaruh kondisi lingkungan. Mungkin dia bergaul dengan keras, menghalalkan berbagai macam cara untuk melakukan perampokan,” kata Amrizal saat dihubungi, Senin (2/2/2015). Selain terlibat jaringan begal, dia menduga remaja yang tertangkap saat akan merampok korbannya ini juga ada kecenderungan menggunakan narkoba. Menurut dia, ada kaitan erat antara begal dan penyalahgunaan narkoba.

Hal; ini karena pergaulan yang keras rentan dimasuki jaringan narkoba. Terlebih, remaja sangat rentan terpengaruh oleh lingkungannya. Amrizal mengatakan, begal yang masih remaja umumnya pemain baru. Sementara pemain lama justru berada di balik layar. Begal biasanya melakukan aksinya dengan berkelompok. Mereka juga biasanya sudah mengetahui medan lokasi. “Mereka memanfaatkan situasi sepi saat masyarakat tidak ramai atau petugas tidak patroli. Keadaan yang sepi ini membuat mereka berani melakukan aksi itu,” kata Amrizal (dikutip dr Kompas.com). Kriminolog lain yang prihatin dengan begal yaitu berasal dari FISIP UI Bambang Widodo Umar mengatakan, ada empat penyebab mengapa kejahatan yang pelakunya didominasi remaja itu bisa begitu sadis.


Pertama, karena marakmya budaya konsumerisme dan materialisme. Industri gadget dan otomotif (sepeda motor) menjadi sebuah tren yang harus senantiasa diikuti. Kedua, adalah media, khususnya film serta games. Saat ini baik film, sinetron, ataupun permainan banyak yang menampilkan adegan kekerasan secara vulgar yang seolah mengajari penontonnya untuk bisa melakukan hal tersebut. Ketiga, lemahnya pengawasan sosial. Satu sama lain saat ini kurang peduli. Sistem keamanan seperti ronda juga sudah jarang yang melakukannya. Keempat, kondisi perekonimian negara masih belum cukup baik. Saat harga kebutuhan pokok meningkat, berbanding terbalik dengan penghasilan. Dan Terbatasnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat kelas bawah bisa memacu orang mencari jalan lain untuk mendapatkan uang, salah satunya membegal dimana begal menjadi cara praktis untuk mewujudkan kebutuhan hidup.

Menambahi hal tersebut akibat tindakan Bullying yang terjadi dalam kehidupan anak remaja tersebut dapat menjadi pemicu dari begal. Dimana hampir di setiap kehidupan anak remaja masih banyak terjadi kasus bullying dan premanisme. Kebutuhan tambahan untuk melakukan kegiatan anak remaja yang tidak dapat terkabul seperti uang untuk pacaran, duit untuk merokok, atau membeli minuman keras tersebut menjadi salah satu faktornya juga. Geng Motor juga menjadi penyebabnya, kekerasan yang identik dengan geng motor adalah salah satu cara untuk mewujudkan kepentingan dari kelompok geng motor tersebut sehingga dengan berkelompok yang dinamakan suatu geng yang bermotor dapat membegal korban dengan mudah dan merampas barang dengan kekerasan. Sepeda Motor adalah hal yang sering diincar oleh pembegal dikarenakan harganya yang relatif murah dan dapat dijual dengan cepat.

Kejadian ini tidak dapat di biarkan terlalu lama karena dampak yang buruk dapat menjalar, meluas, dan merajalela di kehidupan warga Indonesia. Keseimbangan antara Pemerintah, Penegak Hukum, dan Budaya dalam memperbaiki peristiwa ini harus lebih pintar dan cepat. Peran Budaya kita yang banyak yang identik dengan Fanatisme Erat harusnya dapat lebih berperan lagi, peran keluarga sebagai pengontrol utama sosial seharusnya dapat lebih mengawasi anak-anak remaja, Pemerintah juga tidak hanya melihat dari ekonominya saja melainkan suatu pemberdayaan keluarga juga, penegak hukum harus lebih waspada dan melihat kejadian-kejadian sosial dengan lebih cermat dan tegas sehingga masyarakat tidak berlebihan dengan rasa cemas dan khawatir dengan aparat yang tegas dan cermat.

Shinada

 

Sumber:

 

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/02/16152701/Diduga.Ini.Penyebab.Pelajar.Tega.Jadi.Begal

 

http://www.beritasatu.com

 

http://metro.sindonews.com

 

2 Komentar

  1. Diana
    Diana
    10 Maret 2015 - 15:46:55 WIB

    Terimakasih atas artikelnya.

  1. kaito
    kaito
    11 Maret 2015 - 08:33:55 WIB

    sama sama

Tulis Komentar